Bangunan adalah struktur buatan manusia yang terdiri atas dinding dan atap yang didirikan secara permanen di suatu tempat. [1] Bangunan juga biasa disebut dengan rumah atau gedung, yaitu segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya. Bangunan memiliki beragam bentuk, ukuran, dan Gypsum adalah mineral sulfat lunak yang digunakan dalam konstruksi untuk plester, drywall, dan bahan bangunan lainnya, sedangkan kapur adalah mineral atau zat berbasis kalsium yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti stabilisasi tanah, produksi semen, dan pengolahan air. Cara Membuat Kapur Dolomit. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat kapur dolomit sendiri: 1. Persiapan Bahan. Ambil batu kapur atau gamping sebanyak 1 kg dan magnesuim sulfat atau bitter salt sebanyak 0,25 kg. Haluskan kedua bahan tersebut secara terpisah menggunakan alat penghalus hingga menjadi serbuk halus. 2. Batu kapur memiliki warna putih, putih kekuningan, abu–abu hingga hitam. Pembentukan warna ini tergantung dari campuran yang ada dalam batu kapur tersebut, misalnya : lempung, kwarts, oksida besi, mangan dan unsur organik. Batu kapur terbentuk dari sisa–sisa kerang di laut maupun dari proses presipitasi kimia. Kapur dalam tanah memiliki kandungan kalsium dan magnesium tanah. Hal ini terjadi karena keberadaan kedua unsur tersebut sering ditemukan berasosiasi dengan karbonat. Secara umum pemberian kapur ke tanah dapat mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah serta kegiatan jasad renik tanah. Bila ditinjau dari sudut kimia, maka tujuan pengapuran adalah DEAap.

beda kapur dolomit dan kapur bangunan